Sisi Positif Pacaran Putus Nyambung, Nggak Selalu Buruk kok!

Beberapa dari kalian mungkin pernah mengalaminya. Pacaran putus nyambung alias On-again, off-again relationship. Ketika kamu sudah punya masalah dengan si dia, kalian akan putus. Namun di hati kalian masih ada semacam cinta dan sayang, maka kalian balikan. Tak berselang lama muncul lagi masalah dan kalian pisah lagi. Begitu seterusnya.

Pacaran Putus Nyambung

Dalam jangka pendek putus cinta bisa menyebabkan sakit hati, stres, dan bahkan depresi. Penyebab putus pun ada banyak sekali, mulai dari kesalahpahaman, perselingkuhan, kekerasan, perbedaan prinsip, penolakan keluarga, dan seterusnya. Hubungan semacam ini bisa menimpa siapa saja.

University of Missouri-Columbia merilis data yang menunjukkan bahwa 60% orang dewasa pernah terlibat pacaran putus nyambung. Lebih dari sepertiga pasangan yang tinggal bersama juga mengalaminya. Ini adalah fenomena yang cukup lumrah di kalangan masyarakat.

Putus-nyambung memang bisa memberi pengaruh pada kesehatan mental. Tekanan psikis seperti yang disebutkan di atas biasa terjadi. Tapi menariknya, putus nyambung ternyata juga punya sisi positif lho.

Seseorang yang sudah putus lalu balikan secara tak sadar sebenarnya masih punya rasa ketergantungan pada mantan kekasihnya itu. Ada rasa nyaman di antara mereka yang membuat keduanya ingin balikan lagi. Mereka sudah biasa hidup berdua, mengukir banyak kenangan bersama, dan sama-sama tak bisa move on.

Nah di sinilah sisi positif putus-nyambung. Kedua belah pihak akan semakin menyadari bahwa masing-masing dari mereka sebenarnya saling membutuhkan, karena itulah mereka akan berusaha untuk memperbaiki diri, lebih merawat hubungan, dan pada akhirnya akan lebih saling menghormati.

Baca Juga:  Daya Tarik Semua Zodiak yang Membuat Orang Jatuh Cinta

Kale Monk, seorang peneliti dari University of Missouri-Columbia, menyarankan agar pasangan yang ingin balikan sebaiknya melakukannya atas dasar dedikasi dan cinta, bukan karena terpaksa. Mereka harus bisa menjadi lebih jujur, komunikatif, dan terbuka agar segala potensi masalah bisa diminimalisir.

Pikirkan baik-baik antara mempertahankan hubungan atau mengakhirinya dengan baik-baik sebab putus nyambung itu melelahkan. Jika pilihannya adalah yang pertama, maka berubahlah menjadi orang yang lebih baik lagi demi pasangan.

Nah apa kalian juga masih mau terus putus nyambung?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *