Panduan Lengkap Memilih Kucing Indoor atau Kucing Outdoor

Seringkali kita merasa iba melihat kucing peliharaan kita menatap ke luar jendela seolah ingin bermain-main di luar. Kita sering mengartikan bahwa kucing itu hanya akan merasa gembira bila diijinkan ke luar. Tapi menariknya, kebanyakan kucing juga melakukan hal yang sama ketika berada di luar. Mereka menatap ke dalam rumah seolah ingin merasakan kenyamanan dan kehangatan rumah.

Foto Kucing Rumahan

Pertanyaannya, apakah kucing benar-benar ingin keluar/masuk rumah? Apakah mereka perlu melakukannya? Dan jika jawaban untuk kedua pertanyaan itu adalah “iya,” apakah itu benar-benar demi kepentingan mereka? Cari jawabannya yuk!

Apakah kucing perlu pergi ke luar rumah seperti anjing?

Alasan utama anjing ke luar adalah untuk bermain dan berolahraga. Hanya anjing ukuran kecil saja yang bisa mendapatkan tempat yang cukup untuk berlarian di dalam ruangan. Secara alami anjing adalah hewan pemburu kawanan, yang berarti mereka bekerja secara kooperatif saat berburu hingga kelelahan. Perburuan itu bisa memakan waktu seharian, yang berarti anjing memiliki naluri alami untuk berlari, berlari, dan berlari. Anjing membutuhkan banyak ruang terbuka untuk melakukan hal semacam itu.

Kucing, di sisi lain, adalah jenis “pemburu penyergap.” Mereka mengandalkan momentum yang relatif singkat untuk berlari sangat cepat. Sebuah lorong rumah yang cukup panjang sudah cukup untuk melakukannya. Dikombinasikan dengan naluri kucing untuk mengubur kotoran (itulah sebabnya mereka membutuhkan litter box), maka tak ada alasan mendesak untuk mendorong kucing Anda pergi ke luar rumah.

Wajarkah bagi kucing untuk pergi ke luar rumah?

Foto Kucing Rumahan 2

Tentu saja, udara segar dan sinar matahari baik untuk siapa saja, entah itu manusia atau kucing. Tapi apakah kehidupan di luar benar-benar lebih “alami” untuk kucing Anda? Leluhur kucing memang hidup liar di luar rumah. Tetapi itu sudah terjadi ribuan tahun silam dan melewati beberapa ratus generasi. Para leluhur kucing itu tinggal di daerah kering di Timur Tengah yang berbeda jauh dari iklim dan lingkungan kita.

Begitu kucing dijinakkan, mereka berhenti menjadi “alami.” Begitu mereka dikeluarkan dari habitat aslinya, mereka harus berusaha menyesuaikan naluri mereka dengan keadaan baru sekarang. Beberapa perubahan keadaan itu, seperti dinginnya daerah pegunungan, kehadiran anjing dan binatang liar lain yang akan mengubah mereka dari pemburu menjadi mangsa, dan lalu lintas kendaraan, tidak membuat kucing bisa beradaptasi sepenuhnya.

Mereka bukan binatang outdoor yang tangguh

Apa yang menunggu kucing Anda di luar pintu rumah? Ya, di luar ada pepohonan dan rumput dan segala pemandangan, suara, bau, dan keindahan alam lainnya, hal-hal baik yang kita semua bisa nikmati.

Tetapi di luar juga berkeliaran hewan-hewan ganas, orang-orang jahat, lalu lintas, penyakit, dan petugas kontrol hewan (yang mungkin punya wewenang khusus untuk menyita kucing Anda jika dia meninggalkan rumah Anda). Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kucing Anda tetap aman dari semua bahaya itu adalah dengan menjaganya tetap berada di dalam rumah.

Sejujurnya, kucing desa juga sama rentannya dengan kucing kota ketika berada di luar. Anjing kota memang punya banyak resiko ditabrak mobil atau dianiaya oleh anjing liar atau orang jahat. Tapi di desa, ada banyak predator yang lebih besar, lebih cepat, dan lebih cerdas daripada anjing liar kota. Jalanan desa juga cenderung punya sedikit penerangan, membuat kucing lebih sulit untuk dilihat dan lebih mudah ditabrak kendaraan, dan biasanya lebih banyak jenis serangga pembawa penyakit di daerah pedesaan, seperti kutu.

Sejumlah besar penyakit kucing yang serius dan fatal memerlukan kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi (atau daerah di mana kucing yang terinfeksi sering berkeliaran) untuk menyebar. Feline immunodeficiency virus (FIV), yang menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh kucing, sebagian besar disebabkan oleh gigitan dari kucing yang terinfeksi. Dan virus leukemia kucing (FeLV) umumnya membutuhkan kontak dekat yang berkepanjangan dengan kucing yang terinfeksi, seperti berbagi kotak kotoran atau mangkuk makanan dan air, atau pemeliharaan bersama.

Berulang kali dikatakan, risiko penyakit kucing rumahan sangat kecil dibanding kucing outdoor atau indoor-outdoor. Pemilik kucing, terutama mereka yang memiliki anak kecil, harus sangat menyadari bahwa kucing di luar ruangan lebih mungkin terserang penyakit dan parasit yang dapat mempengaruhi manusia, dari gangguan kecil seperti kutu hingga penyakit yang lebih serius seperti penyakit lyme tick hingga kondisi yang sangat berbahaya seperti rabies.

Bagaimana kucing bisa pergi ke luar dengan aman?

Foto Kucing Rumahan 3

Hanya karena kucing Anda paling aman tinggal di dalam rumah bukan berarti dia tidak boleh pergi ke luar samasekali. Tali penuntun (bukan tali kekang) adalah cara yang cukup aman untuk mengajak kucing menikmati udara segar dan sinar matahari di luar. Berjalan dengan tali penuntun mungkin tidak pernah dirasakan oleh sebagian besar kucing peliharaan.

Pengenalan rutin sejak masih kecil perlu dilakukan dan beberapa kucing yang terlatih dengan tali bahkan akan meminta Anda jalan-jalan. Tentu saja, kucing yang berjalan-jalan dengan tali penuntun masih beresiko terserang kutu atau bertemu dengan kucing dan anjing yang dilepaskan bebas di lingkungan sekitar Anda.

Cat run

Contoh Kandang kucing

Membangun tempat bermain atau kandang kucing (cat run) di halaman sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Cat run harus tertutup di semua sisi (termasuk bagian atas) dan harus dibangun dengan kokoh. Penutup samping bisa berupa ram-raman atau jeruji besi yang keras dan dindingnya harus masuk ke dalam tanah beberapa centimeter untuk mencegah kucing menggali jalan keluar -atau hewan lain menggali jalan masuk.

Jika cat run tidak dibangun berdempetan dengan rumah Anda yang dilengkapi pintu khusus untuk keluar masuk ke ruangan, pastikan Anda membangun cat run yang tahan air dan panas untuk kucing Anda seandainya cuaca sedang buruk.

Sangat penting untuk membangun kandang outdoor yang memiliki atap. Kucing adalah pemanjat dan pelompat yang hebat, dan bahkan tembok setinggi 2-3 meter masih tidak dapat menahannya, terutama jika ada tempat untuk berpijak di bagian dinding.

Atap dan dinding kandang outdoor juga berfungsi menjaga keamanan kucing di dalam dari berbagai ancaman di luar. Bukaan di atap atau dinding akan membuat hewan, orang, dan benda-benda yang tidak ramah atau berbahaya masuk ke dalam kandang sementara kucing Anda tidak bisa kabur.

Pertimbangan lain

Kucing yang bebas berkeliaran biasanya terlibat dalam pertengkaran yang keras dengan kucing lain saat larut malam, merusak tanaman tetangga, membunuh burung-burung lokal (tetapi juga dapat membantu mengendalikan populasi hewan pengerat setempat), dan mengubur kotoran mereka di kebun orang lain. Meski beberapa orang -dan beberapa pemilik kucing- menganggap ini hanya sebagai gangguan kecil, banyak orang lainnya yang mengangap kucing-kucing ini sebagai masalah yang serius.

Jika kucing Anda berkelahi, dia mungkin bisa membangunkan tetangga karena jeritan dan lolongannya. Goresan kecil yang terlihat di wajah atau punggungnya mungkin tidak begitu buruk, tetapi dia bisa saja juga memiliki luka gigitan yang menutup dengan cepat, menyegel kotoran dan kuman dan menciptakan abses yang menyakitkan beberapa hari kemudian. Gigitan selama perkelahian juga menjadi cara utama untuk menyebarkan virus imunodefisiensi kucing.

Kucing yang tidak dikebiri yang berkeliaran bebas juga berkontribusi terhadap melonjaknya populasi kucing liar yang tentu saja menimbulkan masalah baru. Hal-hal seperti itulah yang harus Anda waspadai.

Nah, sekarang Anda jadi tahu kan bahwa memelihara kucing di dalam ruangan justru lebih baik daripada membiarkannya berkeliaran bebas di luar rumah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *